'Horror-culture':
Kekerasan Fisik dan Kekerasan Simbolik
Kekerasan-baik berupa kekerasan fisik (physical violence) maupun kekerasan simbol (symbolic violence)-merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia kehidupan sosial, politik, ekonomi dan budaya di Indonesia. Peralihan-peralihan rezim di dalam politik, misalnya, selalu disertai oleh berbagai bent uk kekerasan, yang menggunakan berbagai metode, cara dan teknik, dan yang telah menimbulkan berbagai derita sosial yang menyakitkan (social suffering).
Pembangunan sendiri-terutama pembangunan ekonomi, teknologi dan industri-meskipun mampu menciptakan peningkatan pendapatan dan kesesejahteraan, akan tetapi, secara bersamaan hampir tidak dapat dipisahkan dari berbagai bentuk kekerasan fisik maupun simbolik, disebabkan ia sekaligus menciptakan berbagai kesenjangan sosial, yang berakibat pada berbagai derita sosial, seperti: penggusuran, pengusiran, beli paksa, perampasan hak milik, pemerkosaan hak hidup.
Dalam bidang sosial, ancaman, pemaksaan, pungutan liar, pemerasan, intimidasi, teror, penyiksaan, penculikan dan pembunuhan merupakan realitas sosial sehari-hari (everyday life), yang berlangsung di kantor, di pabrik, di sekolah, di kampus, di rumah, di jalanan. Bahkan, di dalam dunia kriminal, kekerasan seakan-akan sudah melampaui dari apa yang dapat dibayangkan akal sehat , dan menjadI

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar